-
gagap gugup
-
Benang Kerangka Merah
Tengah hari di beranda gelisah, membawa sebaris keyakinan dalam sebuah kurungan salah tingkah, meja kecil dan deretan ragu menghantu seakan melagu di antara kicau burung manis si pembawa hati jadi lugu, semoga bola mata ini bisa tetap terpaku dalam ikatan benang untuk menjadi kerangka merah yang melayang di alam hujan yang cerah, 29 Mei 2012
-
Children are the keys paradise
-
Plays: 1[Flash 9 is required to listen to audio.]

Wangsit Siliwangi
-
Menunggu..
tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok
tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok
tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok
tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok
tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok
tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok
tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok
tik tok tik tok tik tok tik tok tik tok
tik tok tik tok tik tok tik tok
tik tok tik tok tik tok
tik tok tik tok
tik tok
teng.
-
Di tengah jalan, siput menjadi keriput
Subuh itu aku pamit,
“Ibu hariku sudah dekat. Aku harus melakukan apa yang harus aku lakukan.” Sorot matanya lembut. Aku tidak mengerti maksudnya. Tapi aku tahu, ia mengerti tujuan hidupku. Takdirku
Ia mengecup dahiku dan meniup ubun-ubun ku, terima kasih ibu, untuk melahirkanku dan mencintaiku begitu dalam. Walau pun aku lahir dari rahimmu, ku harap ibu mengerti, aku bukan milikmu
Kata katanya menusuk hatiku. Aku hanya bisa diam
Hari ini terasa panjang. Bahkan terasa panjang untuk dirasa pendek. Setiap gerakku seakan terhambat. Detak detik melekat seakan tak mau lepas satu sama lain. Waktu menjerat tubuhku untuk dapat bergerak lebih cepat.
Aku merasa lelah
Betapa inginnya aku melambat.
Untuk seorang manusia jarak dua langkah itu kecil, tapi sejauh ini semak itu masih jauh dari jangkauanku. Seakan-akan kebun ini telah berubah menjadi stadion besar, dan aku berada di tengah lomba. Sayangnya, tak satu pun penonton bersorak untukku.
“Bu, Ada bekicot! Aku kasih garam ya? Biar mati!”
“Jangan!! Kita tunggu dia samapai ketujuannya. Lihat semangatnya.
Oh, mungkin satu orang.
Bandung - Bogor 18 Juli 2011
-
A adalah A, tapi A belum tentu A
-
Tangan di atas perut keroncong
Ketika uluran tangan terbentur oleh kebutuhan isi perut yang mengerut, pandangan hari demi hari kabur saat suara gaduh di lambung mengisyratkan sebuah makna akan masih panjangnya jalan tanjakan di depan sana dengan sejenak menikmati turunan nyaman dan seonggok kemunafikan yang di tawarkan , perjalanan pun terasa lamban dan hela nafas terasa tertahan, keraguan menghidupkan peperangan diri dalam sepekan, kemungkinan yang selalu mungkin untuk terjadi menanti di kilometer depan dengan pasti, aral menghampar dalam diri yang terdampar,apakah saling berbagi akan jadi kunci di masa depan nanti, hunian sederhana yang di awali dengan rasa nyaman kini semakin gerah dengan adanya tong kosong yang selalu nyaring kesombongannya, kepercayaan jadi tonggak awal kekerabatan ataupun adaptasi jadi komposisi yang harus di garis bawahi, rasa iba yang di bayar kekecewaan dalam sebuah kepercayaan jadi hambatan, selentingan selentingan suara minor yang berisikan keborokan mahkluk penguni lautan munafik yang di penuhi hawa licik.
-
TEKUN BERKARYA, HIDUP SEJAHTERA, MULIA BERBUDAYA
Medan Ternama, Terpuji dan Termashyur -
Sebuah Warisan Kasih..
Jangan terpaku ratapi makamku
Aku tak tidur di situ
Kini aku hidup dalam angin seribu
Dalam kilauan salju
Ku hidup dalam mentari yang subur
Dalam guguran lembut hujan musim gugur
Aku hidup saat kau bangun di pagi hening
Dalam hembusan angin segar yang menggesek ranting
Bersama burung aku terbang
Pandanglah aku dalam kedip cahaya bintang
Jangan terpaku di makamku
Dan menangis
Aku tak di situ
Aku tak mati
Desi Ramadhani Medan Senin, 27 Desember 2010


